Tampilkan postingan dengan label Thriller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thriller. Tampilkan semua postingan

Minggu, April 19, 2015


Setelah sebelumnya bersinar dengan Gone Baby Gone dan The Town, Affleck kembali mencoba untuk menyita perhatian publik dengan Argo, film thriller politik berbasis kisah nyata. Tidak sia-sia, terbukti Affleck mampu membawa pulang Golden Globes sebagai best director walaupun masih belum mampu untuk masuk nominasi oscar.

Argo bercerita tentang Tony Mendez (Ben Affleck), seorang agen CIA yang berusaha untuk membebaskan 6 orang sandera korban pergolakan di Iran dengan menyamar sebagai seorang produser film yang sedang mencari lokasi untuk syuting.


Awalnya saya membayangkan bahwa Argo akan menjadi film thriller dengan nuansa yang sangat gelap, mengingat premise dan latar tempatnya. Tidak salah total memang, namun tidak segelap yang saya bayangkan. Beberapa black comedy disana-sini berhasil membuat saya tertawa kecil.

Opini pribadi, akting Affleck (yang toh akan meningkat di Gone Girl) masih terasa standar disini. Tidak terlalu jelek, namun tidak juga terlalu bagus. Yang pasti Affleck berhasil melakukan apa yang seharusnya memang dilakukan. Berbeda dengan Alan yang berhasil menggunakan Argo sebagai ajang untuk bersinar.


Untuk penyutradaraan, kemampuan Affleck terlihat jelas semakin berkembang. Kemampuannya semakin terasah dalam mengolah film thriller. Terbukti dengan adegan terakhir Argo, tidak perlu adegan kejar-kejaran antar kendaraan dengan kecepatan tinggi untuk menciptakan atmosfir yang menegangkan saat ditonton. Argo memang belum sempurna, namun mengingat ini baru film ke-3 darinya, menarik untuk melihat perkembangan Affleck selanjutnya. 

Argo adalah film thriller politik yang menghibur sekaligus menegangkan dengan dibalut sedikit komedi. Memang belum sempurna, tetapi Argo tetaplah film yang sayang untuk dilewatkan.
8.5/10

Posted on Minggu, April 19, 2015 by Unknown

No comments

Jumat, April 17, 2015


Ride like hell! Jika biasanya adegan kejar-kejaran dilakukan dengan mobil atau motor, bayangkan jika disini protagonisnya hanya menggunakan sepeda. Ditambah dengan nama-nama sekelas Joseph Gordon-Levitt dan Michael Shannon, tidak heran banyak yang menanti film ini dulu.

Premium rush bercerita tentang Wilee, pengantar surat yang menggunakan sepeda dengan ekstrem untuk menjalankan tugasnya. Hidupnya bertambah ekstrem ketika ia menerima tugas untuk mengantarkan surat misterius yang mengundang perhatian seorang polisi korup.


Sudah tertebak memang gambaran Premium Rush dari trailer dan taglinesnya. Jika anda menyukai film dengan banyak adegan kejar-kejaran yang menegangkan, Premium Rush bisa menjadi favorit anda. Bosan dengan kejar-kejaran mobil? Tenang, karena yang akan anda nikmati disini adalah adegan kejar-kejaran antar mobil dengan sepeda, dan juga sepeda dengan sepeda. Unsur menegangkan tentu tetap ada, karena sepeda disini tidak bergerak lambat seperti yang mungkin anda kira.

Penggunaan alur campuran terbukti berhasil digunakan. Dengan sinopsis yang sebenarnya sederhana, eksperimen Koepp berhasil membuat film tidak jatuh menjadi membosankan. Eksperimen Koepp berupa "bike-o-vision" juga menjadi hal lain yang menarik disini.


Namun sayangnya, cerita tidak terlalu menjadi fokus. Berbagai plot holes muncul disana-sini. Beberapa bahkan benar-benar di luar nalar. Selain itu subplot juga tidak dikembangkan dengan maksimal, sehingga terasa hambar dan tidak menarik.

Premium Rush adalah tunggangan menegangkan yang terasa orisinil. Meskipun tercederai dengan momen-momen yang tidak masuk akal, Premium Rush tetaplah hiburan yang menyenangkan untuk ditonton.
7.5/10

Posted on Jumat, April 17, 2015 by Unknown

No comments